BUDIDAYA ITIK DAMIAKING SKALA RUMAH TANGGA

Posted by

PENDAHULUAN

Usaha ternak itik bagi masyarakat dipedesaan merupakan salah satu mata pencaharian untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Pada umunya itik dipelihara secara tradisional (ekstensif) dengan pengembalaan di lahan sawah atau rawa. Dengan semakin intensifnya pola tanam lahan sawah serta banyaknya bahan kimia yang digunakan, maka ketersediaan pakan itik secara alami menjadi berkurang termasuk kematian akibat keracunan pestisida. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui budidaya semi-intensif atau intensif. Pemeliharaan itik dengan sistem tersebut memiliki beberapa keunggulan, diantaranya : produktivitas telur lebih tinggi, kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin, biaya pemeliharaan lebih efisien serta menghemat tenaga. Beberapa bangsa itik lokal yang sudah dikenal masyarakat dan mempunyai ciri tersendiri diberi nama sesuai daerah asalnya seperti itik Mojosari, Alabio, Tegal, Cirebon dan Magelang. Di daerah Banten, salah satu jenis itik lokal yang cukup dikenal dan banyak diusahakan masyarakat sebagai petelur adalah itik Damiaking. Warna bulu itik jenis ini seperti jerami padi kering, warna kaki dan paruh hitam, sedangkan bobot badan betina dewasa berkisar antara 1,5 – 2,2 kg.

DESKRIPSI TEKNOLOGI

  • Pada usaha skala rumah tangga, kandang itik dibangun sistem pekarangan, yaitu kombinasi pemeliharaan sistem terkurung dan sistem lepas. Kandang dibuat dari bahan yang tersedia disekitar lokasi dan harganya murah serta memenuhi syarat : memberikan kenyamanan dan kesehatan ternak serta tidak menggangu peternak.
  • Budidaya dilakukan secara semi-intensif dengan skala kepemilikan 100 ekor (kisaran 50 – 150 ekor). Itik yang digunakan adalah stadia siap telur (grower) umur 4 – 5 bulan, sedangkan perbandingan betina dan jantan adalah 30 : 1.
  • Pakan berupa dedak halus, konsentrat dan keong mas atau dedak halus, konsentrat dan ikan rucah segar.
  • Pada daerah pedalaman, kombinasi pakan yang dianjurkan adalah dedak halus, konsentrat dan keong mas, sedangkan pada daerah dekat pantai/laut adalah dedak halus, konsentrat dan ikan rucah segar.
  • Di dekat kandang tersedia saluran air untuk membersihkan bulu dan mempertahankan suhu tubuh

KEUNGGULAN INOVASI

Usaha ternak itik skala rumah tangga dengan budidaya semi-intensif memiliki beberapa keunggulan, diantaranya : produktivitas telur lebih tinggi dibanding teknologi ekstensif yang biasa diterapkan peternak, produktivitas bulanan berkisar antara 41,5 – 76,1 % (rataan 54,6 %) atau setara dengan 160 – 165 butir/ekor/tahun, pemanfaatan keong mas (hama padi) sebagai pakan dapat diperoleh dari sawah serta membuka kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat. Selain itu, usaha tersebut juga merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di pedesaan

PENERAPAN INOVASI

  • Pemeliharaan itik skala rumah tangga dilakukan dengan dua metoda. Pada musim tanam padi dilakukan secara terkurung, dan pada musim panen diumbar pada lahan sawah.
  • Kandang dibuat berukuran 8 m x 7,5 m (luas 60 m2), dimana 1/3 bagian (8 m x 2,5 m) tertutup dan beratap untuk itik tidur dan bertelur, sedangkan 2/3 bagian lagi (8 m x 5 m) terbuka sebagai halaman untuk itik makan, minum dan bermain pada siang hari.
  • Lantai kandang berupa tanah yang diberi alas sekam atau jerami padi untuk menyerap air dan kotoran dengan ketebalan sekitar 5 cm.
  • Pada usaha skala rumah tangga dengan kepemilikan itik sebanyak 100 ekor dibutuhkan pakan dedak halus sebanyak 7,5 – 10,0 kg/hari, konsentrat 1,5 – 2,0 kg/hari dan keong mas 20 – 25 kg/hari (atau diganti dengan ikan rucah segar).
  • Pada musim tanam (pemeliharaan terkurung), pakan diberikan sebanyak 4 kali/hari yaitu berupa dedak halus dicampur konsentrat sebanyak 2 kali/hari (pukul 07.00 dan 17.00 WIB) dan keong mas sebanyak 2 kali/hari (pukul 11.00 dan 15.00 WIB), sedangkan pada musim panen pemberian pakan hanya diberikan 1 kali/hari yaitu berupa dedak halus (pukul 17.00 WIB).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 11:24 PM

0 comments: